Jumat, 14 Agustus 2015

Koala Kumal


Judul : Koala Kumal
Penulis : Raditya Dika
Tema : Komedi
Isi :

Ada Jagwe di Kepalaku. Cerita tentang Radit yang masa kecilnya tak punya banyak teman. Di saat ia sudah mulai dekat dengan dua sahabat barunya, terjadi peristiwa yang membuat persahabatan mereka merenggang.

Ingatlah Ini Sebelum Bikin Film. Tentang Radit yang tidak ingin keluarganya menonton film Cinta Brontosaurus sebab ia khawatir keluarganya, terutama Bapak, akan marah karena digambarkan dengan begitu konyol di film itu.

Balada Lelaki Tomboi. Gimana rasaya pacaran dengan dengan cewek yang lebih ‘laki-laki’ dibanding kamu? Radit pernah mengalaminya. Intinya, cewek ini bikin Radit jadi nggak pede sebagai laki-laki. Dan untuk pertama kalinya Radit bela-belain melatih fisiknya agar mampu mengimbangi si cewek yang memang jago olah raga. Sayang, perjuangan Radit harus berakhir tak manis.

Panduan Cowok dalam Menghadapi Penolakan.

Kucing Story. Cerita ketika Radit hendak membeli kucing.

LB. Ceritanya bersetting di Thailand.

Perempuan Tanpa Nama. Bab ini berkisah tentang perempuan-perempuan yang pernah menyentuh hati Radit. Sayang, karena keadaan (juga karena Raditnya sendiri sih), ia jadi tak bisa mengetahui nama mereka. Meski begitu, setelah bertahun-tahun berlalu, rupanya para Perempuan Tanpa Nama itu masih ngenggeliat di salah satu sudut otak Radit, sehingga ia menuliskan tentang mereka di bab ini.

Menciptakan Miko. Radit bercerita tentang awal mula ia menciptakan Miko. Benar-benar mulai dari nol. Radit yang nggak punya latar belakang di bidang film sempat kewalahan. Di sini juga diceritakan awal mula perekrutan karakter Anca si asisten rumah tangga.

Lebih Seram Dari Jurit Malam. Cerita ini sewaktu Radit masih SMP. Horor-horor lucu gitu ceritanya. Pada bab ini, Radit bercerita tentang dirinya yang tak sadar telah membuat orang lain patah hati.

Patah Hati Terhebat. Yang mengalami bukan Radit, tapi temannya. Tragis banget. Patah hati yang dialami si teman itu membuat cara pandangnya terhadap cinta berubah total.

 Aku Ketemu Orang Lain. Cerita tentang pacaran jarak jauh. Mungkin LDR bisa berhasil bagi beberapa orang. Tapi tidak bagi Radit kala itu.

Koala Kumal. Bab ini tidak panjang, hanya menceritakan asal-usul mengapa Radit memilih Koala Kumal sebagai judul buku ini. Meski isinya pendek, tapi efek nyeseknya lumayan berasa.

Conto Pawarta Basa Jawa


Lengene Bayi Digunting Ibune Dhewe

(Jombang) Miris banget kelakuane Nur Inani Ana (33) warga Dusun Ngudirejo, Diwek. Marang putrine dhewe. Dheweke tega nggunting tangan bayine kang isih umur 7 wulan dek wingi (25/8). Nyebabake lengen kiwa bayine meh pedhot.
“Otot lengene pedhot, sawise diwenehi pangrumatan, bayi kasebut terus dirujuk menyang RSUD dr.Soetomo Surabaya,” atur dr. Agung, dokter jaga UGD RSUD Jombang.
Agung ngrujuk bayi kasebut menyang RSUD dr. Soetomo sawise nyuwun palilah menyang dokter spesialis. ”Sawise tatune ditutup, bayi langsung karujuk menyang RSUD dr. Soetomo.” ujare. Kahanan balunge pedhot opo ora durung iso menehi katrangan kang rinci. ”Kawula dereng ngantos mreksani kahanan balungipun langsung kawula rujuk.” ujar dr. Agung. Aisyah (jenenge bayi kasebut) digawa keluargane menyang RSUD Jombang jam 10.00, kahanane parah banget. Awake lemes, amergo ngetokake getih waras saka lengen kiwone. Nganti ora bisa nangis naming misek-misek lan luh mripate dredes terus.
Tekan rumah sakit, Aisyah langsung diinfus liwat sikile, sedelo banjur iso nangis. Tangis Aisyah leren amergo bapake menehi dot susu formula.
Aisyah, putri kang kapisan pasangan Arifin (31) lan Nur Inani Ana. Kedadean diwiwiti saka tangise Aisyah, ora ngerti sebab apa kok nangis terus saka isuk. Ing omah gedhe iku, anane mung Aisyah, ibune lan simbah putri, Sa’adah (48). Arifin bapake Aisyah wiwit isuk wis budhal menyang pasar cukir dodolan sayuran. ”Aku keprungu tangise wiwit jam 05.30,” kandane salah sijine paman Aisyah omahe ora adoh saka omah korban. ”Tak kiro nangis lumrah. Tangise kok ora kaya biasane, tangisane kok suwe banget, padahal biasane bocah kuwi ceria banget.” ature pamane.
Jam 09.30, dheweke ngajak Sa’adah niliki Aisyah ing kamare, sakarone kaget banget weruh tangane Aisyah ngetokake getih nganti nelesi seprei lan jogan. Ibune dhewe mung mandeng wae.
Ora kepingin putune tambah parah, Sa’adah lan putrane (paman Aisyah) gawa Aisyah menyang RSUD Jombang. Sawetara Aisyah dirujuk menyang RSUD dr. Soetomo Surabaya dikancani bapake dhewe jam 11.30, Sa’adah mulih niliki kahanan ibune korban.
Arifin kaget banget weruh kahanan kaya mangkene. ”Wektu kadadean aku isih ning pasar. Saka pasar aku langsung budhal mrene,” kandane Arifin.


TUGAS
What   (apa) : Lengene bayi digunting ibune dhewe

When   (kapan) : 25 Agustus 2012

Who    (sapa) : Nur Inani Ana : pelaku; Aisyah : korban; Arifin : bapake korban; Sa’adah : simbahe korban; Paman : pamane korban

Why     (ngapa) : Ngetokake darah akeh saka tangan sing digunting ibune

Where  (ningendi) : RSUD Jombang

6.      How    (kepiye) : Aisyah kahanane parah banget

Sabtu, 01 Agustus 2015

Laporan Kunjungan Museum Dharma Wiratama

Roza Afia Hanifajhosi
X-9/ 23

LAPORAN KUNJUNGAN
(Museum Pusat TNI-AD “Dharma Wiratama” Yogyakarta)

Hari, Tanggal Pelaksanaan : Kamis, 30 Juli 2015
Tempat Pelaksanaan : Museum Pusat TNI AD “Dharma Wiratama”
Waktu Pelaksanaan : 08.20 – 10.10 WIB
Tujuan Kegiatan : Siswa dapat mengetahui serta memahami sejarah para anggota TNI AD dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia; menyelesaikan tuga yang diberikan saat MOPDB
Jumlah Peserta Kegiatan : 256 Siswa SMA Negeri 6 Yogyakarta

Pelaksanaan
    Kunjungan ini disambut baik oleh para petugas dan tentara yang berjaga di museum. Mereka menceritakan satu persatu dari 21 ruangan yang ada di Museum TNI AD Dharma Wiratama dengan semangat dan senyuman.

Sejarah Singkat
    Museum Pusat TNI AD “Dharma Wiratama” adalah museum khusus yang memiliki koleksi tentang peran serta TNI AD dalam perjuangan Indonesia.
    Bangunan Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1900 dan digunakan sebagai tempat tinggal para pejabat/admininstratur perkebunan Belanda di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta.
    Gagasan pendirian Museum ini berawal dalam lingkungan Sejarah Militer AD (SMAD) yang berencana untuk membangun sebuah museum yang akan digunakan untuk menampung benda-benda koleksi perjuangan TNI AD.
Setelah mendapat persetujuan Kasad, maka dikeluarkanlah surat perintah kepada Pangdam VII/Diponegoro agar menyerahkan gedung tersebut untuk dimanfaatkan sebagai Museum Pusat TNI AD. Berdasarkan Surat Keputusan Kasad No. Skep/547A/l/1982, tanggal 17 Juli 1982 museum pusat TNI AD disahkan. Kemudian pada tanggal 30 Agustus 1982 diresmikan oleh Kepala Staf TNI-AD Jendera Ponimain dengan nama Museum Pusat TNI AD "Dharma Wiratama". Dharma Wiratama yang berarti pengabdian luhur yang telah disumbangkan oleh prajurit TNI AD di bidang Hankam baik berupa senjata maupun amal baktinya di bidang non Hankam kepada negara.

Koleksi Museum
    Di dalam Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama terdapat 21 ruangan, meliputi:
1.    Ruang 1 (Ruang Pengantar)
Terletak di bagian tengah depan gedung utama sebagai ruang pengantar para pengunjung untuk memahami nilai dan arti perjuangan serta pengabdian para pahlawan dan pejuang dalam merebut, mengisi, dan mempertahankan kesejarahan Museum Pusat TNI AD "Dharma Wiratama".

2.    Ruang 2 (Ruang Pangsar Jendral Soedirman)
Amanat Djenderal Soedirman 5 Oktober 1949 :
“. . . bahwa kemerdekaan sesuatu negara jang didirikan diatas timbunan/ runtuhan ribuan korban djiwa harta-benda dari rakjat dan bangsanja tidak akan dapat dilenjapkan oleh manusia siapapun djuga.”

3.    Ruang 3 (Ruang Letjen. Urip Sumoharjo)

4.    Ruang 4 (Ruang Palagan)
Terdapat kronologi 8 palagan besar di Indonesia, yaitu:
a. Palagan Medan (Pertempuran Medan Area)
b. Palagan Palembang (Pertempuran 5 hari 5 malam)
c. Palagan Bandung (Bandung Lautan Api)
d. Palagan Semarang (Pertempuran Lima Hari)
e. Palagan Ambarawa
f. Palagan Surabaya (Pertempuran Surabaya)
g. Palagan Bali (Puputan Margarana)
h. Palagan Makassar

5.    Ruang 5 (Ruang Senjata Modal Perjuangan)
  
6.    Ruang 6 (Ruang Dapur Umum)
Diprakarsai oleh Ibu Ruswo.

7.    Ruang 7 (Ruang Alat Perhubungan dan Alat Kesehatan pada Masa Perang Kemerdekaan)
Koleksi alat hubung berupa radio pemancar dan radio penerima. Sedagkan alat kesehatan berupa alat operasi untuk merawat prajurit yang terluka dan sakit saat terjadi pertempuran.

8.    Ruang 8 (Ruang Perang Kemerdekaan)
9.    Ruang 9 (Ruang Perang Kemerdekaan)
10.    Ruang 10 (Ruang Perang Kemerdekaan)

11.    Ruang 11 (Ruang Panji – Panji)
Koleksi panji-panji yang dipamerkan :
a. Panji-panji Kesatuan TNI AD
b. Pataka Kotama/Balakpus
c. Dhuaja Resimen, Brigadir, Korem, Grup
d. Sempana Kodiklatad dan Rindam
e. Tunggul Batalyon
f. Pathola Depo Pendidikan

12.    Ruang 12 (Ruang Gamad)
Di Ruang ini dipamerkan berbagai bentuk dan jenis seragam Angkatan Darat meliputi PDH, PDU, PDL beserta atributnya dari tahun 1950 sampai dengan 1980.

13.    Ruang 13 (Ruang Tanda Jasa)
Di ruang ini dipamerkan Tanda Jasa /Penghargaan berupa Bintang Jasa dan Satya Lencana sebagai pengakuan dan penghargaan atas jasa para prajurit yang telah berjuang, mengabdi kepada bangsa dan negara sehingga dapat memberikan dukungan moril dan kebanggaan kepada yang bersangkutan, keluarga dan generasi penerus.

14.    Ruang 14 (Ruang Peristiwa)
Di ruang ini digambarkan peristiwa pemberontakan PKI, DI/TII Kartosuwiryo di Jawa Barat, DI/TII Sulawesi Selatan, gerakan separatis dan Operasi Militer yang digelar TNI dalam rangka memulihkan keamanan, mempertahankan keutuhan wilayah dan menjaga kedaulatan NKRI.
15.    Ruang 15 (Ruang Peristiwa)
16.    Ruang 16 (Ruang Peristiwa)

17.    Ruang 17 (Ruang Alat Peralatan)
Di ruang ini dipamarkan benda-benda bersejarah yang dipergunakan pada gelar operasi satuan Angkatan Darat dalam menanggulangi gangguan keamanan dari pihak-pihak yang merongrong NKRI yang berupa senjata, alat optik, alat perhubungan, dan mesin elekrtonik.

18.    Ruang 18 (Ruang Piagam Keutuhan TNI AD dan Kontingen Garuda)
Di ruang ini digambarkan situasi tahun 1950, peristiwa rakyat demonstrasi sebagai usaha menyatukan konflik internal Angkatan Darat yang dirintis oleh Kol. Bambang Sugeng dan berhasil dilaksanakan upacara di Istana Gedung Agung yang dipimpin Presiden Sukarno dengsn ditandai tangani Piagam Keutuhan.

19.    Ruang 19 (Ruang Pahlawan Revolusi)

20.    Ruang 20 (Ruang Trikora)

21.    Ruang 21 (Ruang Penumpasan G 30 S/ PKI)

22.    Bunker

Kesimpulan
    Dengan mengadakan kegiatan kunjungan museum ini, siswa dapat menambah pengetahuan dan mengetahui perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia serta lebih giat dalam menjaga keutuhan NKRI.

Saran
-    Diberi sedikit penerangan dalam museum
-    Rutin diadakan kunjungan museum
-    Ditambah tumbuhan supaya lebih rindang

Kesan dan Pesan
    Saya senang diadakan kunjungan seperti ini. Pesan saya, kalau bisa kunjungan museumnya lebih jauh dan diberi snack serta minum.

Jumat, 13 Maret 2015

Pranatacara Adicara Perpisahan Siswa Kelas IX



Assalamualaikum Wr. Wb.

Ingkang kinurmatan Kepala SMP N 2 Mlati, Ibu Rini Trimurti Mg, S. Pd., M. Hum. Ingkang kula hurmati Bapak/ Ibu guru sarta kanca – kanca ingkang kula tresnani.
           
Langkung rumiyin sumangga kita aturaken puji syukur dhumateng ngarsanipun Gusti Allah ingkang sampun kepareng paring kanugrahan arupi kasarasan jasmani lan rohani sahengga ngantos wekdal punika kita saged makempal ing Aula SMP N 2 Mlati ing adicara perpisahan siswa kelas IX.
           
Kula ingkang jinejer minangka pranatacara badhe ngaturaken reroncening adicara ing enjing menika.

1.      Pambuka
2.      Tanggap wacana saking Kepala Sekolah
3.      Tanggap wacana saking Ketua OSIS
4.      Tanggap wacana saking Ketua Panitia
5.      Sumene
6.      Donga lan panutup

Menika kala wau reroncening adicara ingkang badhe kita lampahi. Nuwun.

Senin, 02 Maret 2015

Ringkasan Materi Pendidikan Agama Islam IX Semester 1



1)   AL-QUR’AN SURAH AT-TIIN
a)      Surah at – Tiin terdiri dari delapan ayat. Surah ini termasuk surah Makkiyah (surah yang diturunkan di kota Mekah). Surah ini turun sesudah al – Buruuj.
b)      Surah ini mengingatkan umat islam agar tetap beriman kepada Allah dan memperkuat tauhid atas kebesaran Allah  SWT. Allahlah yang telah memberikan da mengaruniakan berbagai macam kenikmatan. Baik buah – buahan yang merupakan makanan jasmani ataupun petunjuk yang berupa Al – Quran yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW sebagai makanan rohani.
c)       Surah ini mengingatkan pula bahwa Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik – baiknya. Kemudian manusia dijatuhkan ke lembah kehinaan yang serendah – rendahnya yaitu neraka. Kecuali orang – orang yang tetap beriman, taat, patuh, dan menyerahkan diri kepada Allah. Merekalah orang – orang yang akan tetap mulia di sisi Allah SWT. (Q.S. al-Hujurat/49:13)
d)      Arti dari surah at – Tiin
- Demi buah tin dan buah zaitun
- Dan demi bukit Sinai
- Dan demi kota (Mekah) ini yang aman
- Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik – baiknya
- Kemudia kami kembalikan dia ke tempat yang serendah – rendahnya (neraka)
- Kecuali orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh
- Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan – keterangan) itu
- Bukankah Allah hakim yang seadil – adilnya?

2)   AL-HADITS TENTANG MENUNTUT ILMU
a)      Didalam ajaran agama Islam, menuntut ilmu hukumnya WAJIB. “Tholabul ilmi fariidhotun ‘ala kulli muslimin wa muslimatin : menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslimin dan muslimah.”
b)      Ilmu lebih utama daripada ibadah, layaknya keutamaan bulan atas bintang. “Keutamaan ilmu itu lebih baik dari pada keutamaan ibadah.” (H. R. al – Bazzar)
c)       Menuntut ilmu mulai sejak lahir sampai mati dan dimana saja kita berada. “Uthlubul ilmu walaw bishshiini : carilah ilmu walau di negeri Cina.” (H. R. Ibri’Adi dan al-Baihaqi)
d)      Orang yang menuntut ilmu akan didoakan oleh para malaikat dan ikan – ikan di laut.
e)      Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya bagi pencari ilmu karena senang dengan apa yang diperbuatnya.
f)       Barang siapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan kepadanya jalan ke surga.

3)   IMAN KEPADA HARI AKHIR
a)      Merupakan rukun iman yang ke-5
b)      Kiamat sugra : saat kerusakan sesuatu yang menjadi bagian dari ala mini
c)       Kiamat kubra : saat kerusakan dan kehancuran alam semesta sehingga alam di dunia ini musnah
d)      Peristiwa sesudah hari kiamat :
·         Yaumul Barzah (alam kubur)
·         Yaumul Ba’ats (hari kebangkitan)
·         Yaumul Mahsyar (hari berkumpulnya manusia di Padang Mahsyar)
·         Yaumul Mizan (hari penimbangan amal)
·         Shiratal Mustaqim (jembatan antara surga dan neraka
e)      Surga
·         Firdaus (bagi orang yang beriman)
·         Adn (bagi orang yang bertaqwa dan sabar)
·         Na’iim (bagi orang yang beramal saleh)
·         Ma’wa (bagi orang yang beramal saleh)
·         Darussalam (bagi orang yang kuat iman dan islam serta mengamalkan ayat alquran dalam kehidupan)
·         Daarul Muqoomah (kediaman yang kekal)
·         Maqoomul Amiin (bagi orang yang sangat beriman dan bertaqwa)
·         Khuldi (bagi orang yang taat menjalankan perintah Allah SWT)
f)       Neraka
·         Huthamah (bagi orang yahudi dan suka menumpuk harta bendanya)
·         Hawiyah (bagi orang yang ringan timbangan amal baiknya dan dosanya besar)
·         Jahannam (bagi orang yang durhaka, kafir, munafik serta suka menyimpan emas dan perak)
·         Jahim (bagi orang yang sesat; musyrik)
·         Saqar (bagi orang penyembah berhala, melecehkan dan menghina alquran serta tidak pernah menjalankan salat)
·         Lazha (bagi orang yang mendustakan agama dan suka menumpuk harta benda)
·         Sa’ir (bagi orang yang suka memakan harta anak yatim)
·         Wail (bagi orang yang suka mengurangi timbangan, pendusta, serta lalai salat)
g)      Fungsi beriman kepada hari akhir
·         Dapat menyadarkan manusia bahwa alam ini akan rusak
·         Dapat menyadarkan manusia bahwa dunia ini hanyalah jembatan menuju akherat
·         Dapat meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT
·         Mendorong manusia untuk meyakini bahwa kehidupan di akhirat lebih baik dan lebih kekal
·         Mendorong manusia untuk sabar dan tabah serta tidak mudah putus asa
·         Berani membela kebenaran dan rela berkorban
·         Berusaha berperilaku baik dan senantiasa memohon ampun kepada Allah SWT

4)   QANA’AH DAN TASAMUH
a)      Qana’ah
·         Secara bahasa Arab : merasa cukup
·         Secara istilah : merasa cukup atas apa yang telah dikaruniakan Allah SWT
·         Orang yang tidak qana’ah adalah orang yang RAKUS
·         Qana’ah adalah suatu simpanan yang tidak akan lenyap
·         Seorang yang memiliki sifat qana’ah akan selalu merasa tenang, tentram, optimis, tidak mudah putus asa, dan selalu bersyukur atas semua rezeki yang ia terima dari Allah SWT
·         Seorang yang memiliki sifat qana’ah akan terhindar dari sifat iri dan dengki yang mengotori hati
·         Maka, seseorang akan mempunyai pola hidup sederhana dan rasa bersaing yang sehat dalam mengejar urusan duniawi
b)      Tasamuh
·         Tasamuh (toleransi) : saling tenggang rasa dan saling menghargai terhadap orang lain dalam berbagai hal
·         Perbedaan bukanlah suatu yang harus dipermasalahkan tetapi merupakan rahmat
·         Toleransi antarsesama muslim wajib diwujudkan karena adanya persaudaraan yang terikat oleh aturan agama
·         Orang mukmin satu dengan mukmin yang lain adalah seperti bangunan
·         Fungsi tasamuh :
Á       Akan mendapatkan kemudahan dan peluang hidup karena adanya relasi atau hubungan antar-sesama muslim
Á       Allah akan membalas semua kebaikan kita di akhirat kelak sesuai dengan apa yang telah kita kerjakan
Á       Akan mendapatkan kehidupan yang aman dan tentram di dunia karena tidak terjadi saling mencurigai, saling bertentangan apalagi saling menyerang baik antarsuku maupun antar pemeluk agama

5)   HUKUM ISLAM TENTANG PENYEMBELIHAN HEWAN
a)      Penyembelihan (Dzakaah)
·         Pengertian : mematikan hewan dengan cara memotong saluran napas dan saluran makanan serta urat nadi utama di lehernya dengan alat tertentu selain tulang dan kuku agar halal dimakan.
·         Tata Cara
1.       Yang menyembelih hewan hendaklah seorang laki – laki baligh dan berakal
2.       Alat penyembelih harus tajam (tidak boleh kuku, gigi, atau tulang)
3.       Hewan sembelihan digulingkan ke rusuk kiri dan dihadapkan kea rah kiblat
4.       Jika hewan mudah disembelih, penyembelihan dilakukan dilehernya. Saluran napas dan saluran makanan harus putus.
5.       Hewan sembelihan jika akan dikuliti dan dipotong-potong harus sudah jelas mati
b)      Aqiqah
·         Pengertian : menyembelih kambing atau domba sebagai tanda rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak.
·         Aqiqah dilaksanakan 7 hari setelah kelahiran anak
·         Hukum aqiqah : SUNAT MUAKKAD (sunah yang sangat dianjurkan)
·         Keutamaan Aqiqah
1.       Memperoleh keridaan dari Allah SWT
2.       Memperoleh balasan pahala karena telah mengikuti sunah rasul
3.       Anak yang didamba tidak tergadai lagi
4.       Mempererat tali silaturahmi antar saudara
·         Ketentuan hewan Aqiqah
1.       Untuk kelahiran anak laki – laki : 2 ekor kambing/domba
2.       Untuk kelahiran anak perempuan : 1 ekor kambing/domba
3.       Kambing/domba sehat, tidak cacat, tidak terlalu kurus
4.       Kambing/domba sudah berumur  >1 tahun (sudah ganti gigi)
5.       Pembagian daging dalam bentuk masakan
6.       Bagi yang menyelenggarakan aqiqah boleh makan sebagian daging aqiqah
c)      Qurban
·         Pengertian : mendekatkan diri kepada Allah SWT
·         Hukum Qurban : SUNAT MUAKKAD, bila tidak mampu MAKRUH
·         Syarat dan ketentuan hewan Qurban
1.       Unta yang berumur 5 tahun
2.       Sapi/ kerbau yang berumur 2 tahun
3.       Kambing yang berumur 2 tahun
4.       Domba/ biri – biri yang berumur >1 tahun
5.       Tanduknya tidak patah
6.       Tidak sakit dan tidak cacat
7.       Tidak hamil
8.       Tidak kurus kering
9.       Semua binatang bisa dikurbankan untuk 7 orang kecuali kambing dan domba yang hanya untuk 1 orang
·         Waktu Qurban
Setelah salat Idul Adha dan 3 hari tasyrik (sebelum terbenamnya matahari pada tanggal 13 Zulhijjah)
·         Sunah ketika menyembelih hewan Qurban
1.       Membaca basmalah
2.       Membaca salawat nabi
3.       Membaca takbir
4.       Berdoa supaya kurban diterima oleh Allah SWT
5.       Menghadapkan hewan yang akan disembelih kearah kiblat
·         Hal – hal yang dilarang dalam Qurban
1.       Bagian apapun dari hewan Qurban tidak boleh dijual oleh orang yang berkurban atau panitia penyelenggara
2.       Orang yang berkurban karena nazar, ia tidak boleh makan dan tidak boleh menjual bagian daging qurban sekalipun kulitnya
·         Pembagian daging Qurban
Disunahkan bagi orang yang berkurban hanya memakan sedikit dari daging kurbannya, maksimal sepertiganya




6)   HUKUM ISLAM TENTANG HAJI DAN UMRAH
HAJI
a)      Pengertian Haji : menyengaja mendatangi Baitullah (Ka’bah) untuk melakukan beberapa amal ibadah dengan tata cara tertentu dan dilaksanakan pada waktu tertentu, menurut syarat – syarat yang telah ditentukan oleh syarak san semata – mata mencari rida Allah SWT
b)      Hukum Haji : WAJIB bagi setiap muslim yang mampu
c)      Macam – macam Haji
·         Haji Ifrad (mengerjakan haji lalu umrah)
·         Haji Tamattuk (mengerjakan haji dan umrah pada bulan yang sama)
·         Haji Qiran (mengerjakan haji dan umrah dalam satu waktu)
d)      Syarat – syarat Haji
·         Islam
·         Baligh
·         Berakal sehat
·         Merdeka
·         Mampu
e)      Rukun Haji
·         Ihram (untuk laki – laki terdiri dari dua helai kain putih bersih dan tidak berjahit, satu disarungkan satu diselendangkan; untuk wanita yaitu pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan)
·         Wukuf (hadir di Padang Arafah pada waktu Zuhur, sejak tergelincirnya matahari tanggal 9 sampai terbenam tanggal 10 Zulhijjah; disunahkan tidak berpuasa; menghadap kiblat; berdzikir; membaca istghfar dan berdoa)
·         Tawaf (mengelilingi Ka’bah 7 kali putaran, dimulai dari Hajar Aswad dengan posisi Ka’bah disebelah kiri, berputar dengan arah kebalikan jarum jam)
1.       Tawaf Wudum (penghormatan kepada Ka’bah ketika sedang tiba di Mekah)
2.       Tawaf Ifadah (sebagai rukun haji)
3.       Tawaf Sunah (dapat dilakukan kapan saja)
4.       Tawaf Wada’ (pamitan ketika akan meninggalkan Mekah)
5.       Tawaf Nazar (adanya nazar atau janji)
·         Sa’I (berlari – lari kecil dari bukit Sofa ke Marwah sebanyak 7 kali)
·         Tahallul (mencukur rambut minimal 3 helai)
·         Tertib
f)       Wajib Haji
·         Ihram dari miqat
·         Bermalam di Muzdalifah
·         Melempar Jumrah Aqabah
·         Melempar tiga jumrah
·         Bermalam di Mina
·         Tawaf Wada’
g)      Sunah – sunah Haji
·         Melaksanakan haji ifrad
·         Membaca talbiyah
·         Berdoa setelah membaca talbiyah
·         Berdzikir saat tawaf
·         Salat sunah 2 rakaat setelah tawaf
·         Memasuki Ka’bah
h)      Larangan – larangan Haji
·         Bagi laki – laki :
1.       Dilarang memakai pakaian yang berjahit
2.       Dilarang memakai tutup kepala
·         Bagi perempuan :
1.       Dilarang memakai tutup muka
2.       Dilarang memakai sarung tangan
·         Bagi keduanya :
1.       Dilarang memakai wangi – wangian
2.       Dilarang memotong rambut atau bulu mata yang lainnya
3.       Dilarang memotong kuku
4.       Dilarang menjadi wali dalam suatu pernikahan
5.       Dilarang memburu atau membunuh binatang yang ada di tanah suci
6.       Dilarang berhubungan suami istri
i)        Dam dalam Haji (denda yang harus dibayar oleh jamaah haji karena meninggalkan salah satu atau sebagian dari wajib haji atau umrah)
·         Tidak mengerjakan haji ifrad menyembelih 1 ekor kambing, jika tidak mampu berpuasalah 10 hari (3 hari di Mekah, 7 hari di negeri asal)
·         Mencukur rambut, memotong kuku, memakai pakaian berjahit, memakai wangi – wangian, bersetubuh sesudah tahallul pertama menyembelih seekor kambing/ puasa 3 hari/ member makan 6 orang miskin
·         Bersetubuh sebelum tahallul pertama menyembelih seekor unta, jika tidak mampu seekor sapi, jika tidak mampu 7 ekor kambing tetapi pelaksanaan penyembelihan di Mekah
·         Berburu dan membunuh binatang liar menyembelih binatang unta/ sapi/ kambing yang sebanding dengan binatang yang dibunuh
·         Terlambat datang bertahallul dan menyembelih seekor kambing
j)        Waktu pelaksanaan Haji
Pada bulan Zulhijjah, tanggal 9 wuquf di Arafah, tanggal 10 melempar jumrah aqabah dan diakhiri dengan tahallul, tanggal 11 – 13 berada di Mina untuk melempar 3 jumrah.

UMRAH
a)      Pengertian Umrah : ziarah atau berkunjung ke Ka’bah
b)      Hukum Umrah : FARDU ‘AIN
c)      Syarat Umrah sama dengan Syarat Haji
d)      Rukun Umrah :
·         Ihram
1.       Ihram Qiran (merangkap ihram haji dengan umrah dan mengucapkan talbiah “Labbaika umrata wahajjan”)
2.       Ihram Ifrad (ihram khusus untuk haji saja dengan mengucapkan talbiah “Allahumma labbaika hujjan”)
3.       Ihram Tamattu’ (ihram untuk ibadah umrah pada bulan pelaksanaan haji)
·         Tawaf
1.       Tawaf qudum (ketika seseorang baru tiba dari Masjidil Haram)
2.       Tawaf sunah (untuk keutamaan)
3.       Tawaf ifadhah (ketika seseorang kembali dari wuquf di Arafah)
4.       Tawaf wada’ (tawaf pamitan sebelum meninggalkan Mekah)
·         Sa’I
·         Tahallul (dilakukan setelah tawaf ifadhah dan sa’i)
·         Tertib  

7)   PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA
a)      Islam diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar pada abad ke – 13 Masehi.
b)      Agama islam dibawa dan dikembangkan oleh para saudagar muslim dari Gujarat, Arab, dan Persia.
c)      Bukti sejarah :
·         Sejarah Dinasti Yuan
·         Laporan Marcopolo
·         Yin Yai Sheng Lan
d)      Peranan Wali Songo (abad ke – 14 sampai abad ke – 16 Masehi)
·         Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)
Berasal dari wilayah Magribi (Afrika Utara).
Diyakini sebagai pelopor agama islam pertama di Pulau Jawa.
Berdakwah selama 20 tahun secara intensif dan bijaksana.
Upaya : menghilangkan system kasta dalam masyarakat.
·         Sunan Ampel (Maulana Rahmatullah)
Memulai dakwah dari mendirikan sebuah pesantren di Ampel Denta (Surabaya).
Tidak setuju terhadap adat istiadat masyarakat Jawa yaitu sesaji dan selamatan.
·         Sunan Bonang (Maulana Makhdum Ibrahim)
Menyebarkan agama islam dengan menyesuaikan kebudayaan masyarakat Jawa.
Musik dan gamelan pernah digunakan Sunan Bonang untuk menyebarkan agama islam dengan setiap bait lagu diselingi dengan ucapan dua kalimat syahadat dan sering dikenal sekaten.
·         Sunan Drajat (Maulana Syaifuddin)
Berjiwa sosial tinggi.
Hidup pada saat Kerajaan Majapahit runtuh dan rakyat mengalami krisis yang memprihatinkan.
Dalam berdakwah ia menggunakan media kesenian (Pangkur merupakan salah satu ciptaannya).
·         Sunan Giri (Maulana Ainul Yaqin)
Nama asli : Raden Paku.
Menyebarkan agama islam dengan menitikberatkan pada pendidikan.
Pernah belajar di Pesantren Ampel Denta dan pendiri Pesantren Giri.
Tokoh pemersatu Indonesia di bidang pendidikan agama Islam.
·         Sunan Kalijaga (Maulana Muhammad Syahid)
Dikenal sebagai wali, budayawan, dan seniman.
Wawasannya luas dan pemikirannya tajam membuat ia disukai rakyat dan penguasa serta cendekiawan.
Dakwah dengan cara berkelana.
Sarana dakwahnya merupakan wayang kulit.
Dhandhanggula merupakan salah satu lagu ciptaannya.
·         Sunan Muria (Maulana Umar Said)
Pribadi yang pendiam tetapi sangat tajam fatwanya.
Dikenal juga sebagai guru tasawuf.
Dalam dakwahnya ia lebih memfokuskan di daerah pedesaan.
Sinom dan Kinanti merupakan tembang bernuansa Islam karyanya.
·         Sunan Kudus (Maulana Ja’far Shadiq)
Mendapat gelar wali Al ‘ilmi.
Pembangun sebuah masjid di Kudus yang disebut Menara Kudus.
Mendapat kepercayaan dari Kesultanan Demak untuk mengendalikan pemerintahan dan hakim tinggi di wilayah tersebut.
·         Sunan Gunung Jati (Maulana Syarif Hidayatullah)
Cucu Raja Pajajaran yang lahir di Mekah.
Sangat berperan dalam menyebarkan agama Islam di Cirebon.
Ia memilih berdakwah di Jawa dan menggantikan kedudukan pamannya dan berhasil menjadikan Cirebon sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa Barat.
e)      Faktor Penyebaran dan Pengembangan Agama Islam
·         Perdagangan
·         Sosial dan kemasyarakatan
·         Pendidikan dan pengajaran
f)       Kerajaan – kerajaan Islam di Nusantara
·         Kerajaan Islam di Jawa
1.       Kerajaan Islam Demak  
Raden Fatah (Pangeran Jimbun) : 1500 – 1518 M
Adipati Unus (Pangeran Sebrang Lor) : 1518 – 1521 M
Sultan Trenggono : 1521 – 1546 M
2.       Kerajaan Islam Pajang
Adiwijaya (Joko Tingkir atau Mas Karebet) : 1546 – 1582 M
3.       Kerajaan Islam Mataram
R. Senopati Sutawijaya (Pangeran Ngabehi Lor ing Pasar): 1582 – 1601 M
Mas Jolang (Panembahan Sedo ing Krapyak) : 1601 – 1613 M
Adipati Martapura : 1613 – 1631 M
Sultan Agung (Mas Rangsang) : 1631 – 1645 M
Amangkurat I : 1646 – 1677 M
4.       Kerajaan Islam Banten
Sultan Hasanuddin : 1552 – 1570 M
Sultan Maulana Yusuf : 1570 – 1580 M
Maulana Muhammad (Kanjeng Ratu Banten) : 1580 – 1596 M
Abdul Mafakhir (Mangkubumi Ranamanggala) : 1608 – 1624 M
Abdul Fatah (Sultan Ageng Tirtayasa) : 1651 – 1682 M
Abdul Kahar (Sultan Haji)
5.       Kerajaan Islam Cirebon
Raja Pakungwati/ Syarif Hidayatullah/ Maulana Mahmud Syarif Abdillah Sultan Mesir/ Sunan Gunung Jati (Yang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Jati Purba Penetep Panata Agama Auliya Allah Kutubijaman Khalifatur Rasulullah) : 1479 – 1568 M
·         Kerajaan Islam di Sumatera
1.       Kerajaan Samudera Pasai
Sultan Malikus Saleh : 1285 – 1297 M
Muhammad (Sultan Malikud Dahir I) : 1297 – 1326 M
Ahmad Bahaim Syah (Sultan Malikud Dahir II) : 1326 – 1348 M
Sultan Zainal Abidin : 1348 – 1406 M
2.       Kerajaan Aceh Darussalam
Sultan Ali Mughayat Syah : 1514 – 1528 M
Sultan Salahudin : 1528 – 1537 M
Sultan Iskandar Muda : 1607 – 1636 M
·         Kerajaan Islam di Sulawesi
1.       Sultan Alaudin : 1605 – 1639 M
2.       Muhammad Said : 1639 – 1653 M
3.       Sultan Hasanuddin : 1653 – 1669 M