Jumat, 04 Desember 2015

Besaran dan Satuan X

Pengertian

Besaran
Sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan nilai serta memiliki satuan.
Satuan
Suatu besaran yang nilainya ditetapkan terlebih dahulu sebagai dasar untuk mengukur.
Besaran Pokok
Besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu.
Besaran Turunan
Besaran yang dapat diturunkan dari besaran pokok.
Besaran Skalar
Besaran yang memilki nilai dan tidak memiliki arah.
Besaran Vektor
Besaran yang memiliki nilai dan arah.
Satuan Baku
Satuan yang apabila digunakan oleh siapapun menghasilkan hasil sama.
Satuan Tidak Baku
Satuan yang belum ditentukan ketetapan ukurannya.
Satuan British
Satuan yang berlaku lokal (hanya di beberapa negara).
Satuan Metrik
Satuan SI (International System of Units).

Dimensi Satuan
No.
Nama Besaran
Satuan
Simbol Satuan
Dimensi
1
Panjang
Meter
M
[L]
2
Massa
Kilogram
Kg
[M]
3
Waktu
Sekon
S
[T]
4
Suhu
Kelvin
K
[θ]
5
Kuat arus listrik
Ampere
A
[I]
6
Intensitas cahaya
Candela
Cd
[J]
7
Jumlah zat
Mol
Mol
[N]

No.
Besaran Turunan
Analisis
Satuan
Dimensi
1
Luas
[panjang] × [panjang]
m2
[L]2
2
Volume
[panjang] × [panjang] × [panjang]
m3
[L]3
3
Percepatan
[kecepatan] / [waktu]
m/s2
[L][T]-2
4
Gaya
[massa] × [percepatan]
kg.m/s2
[M][L][T]-2
5
Tekanan
[gaya] / [luas]
kg/m.s2
[M][L]-1[T]-2
6
Massa jenis
[massa] / [volume]
kg/m3
[M][L]-3
7
Usaha
[gaya] × [perpindahan]
kg.m2/s2
[M][L]2[T]-2
8
Daya
[usaha] / [waktu]
kg.m2/s3
[M][L]2[T]-3
9
Kecepatan
[panjang] / [waktu]
m/s
[L][T]-1
10
Momentum
[massa] × [kecepatan]
kg.m/s
[M][L][T]-1
11
Impuls
[gaya] × [waktu]
kg.m/s
[M][L][T]-1
12
Berat
[massa] × [gravitasi]
kg.m/s2
[M][L][T]-2

Aspek Pengukuran
a.       Ketelitian (presisi)
b.      Ketepatan (akurasi)
c.       Kepekaan (sensitivitas)

Ketelitian Benda Pengukur
a.       Mistar 1 mm
b.      Jangka sorong 0,1 mm
c.       Micrometer sekrup 0.01 mm

Notasi Ilmiah
Penulisan angka dengan cara eksponensial
Digunakan untuk menuliskan satuan yang lebih besar atau lebih kecil dari satuan SI

Pengukuran Tunggal
a.       Mistar
Angka ketidakpastian : 0,5 mm atau 0,05 cm
b.      Jangka sorong
Angka ketidakpastian : 0,05 mm atau 0,005 cm
c.       Contoh :
Panjang = x = (16,50 ± 0,05) cm
Lebar = x = (6,30 ± 0,05) cm
·         Penjumlahan
Z = X + Y = 22,80 cm
ΔZ = ΔX + ΔY = 0,1 cm
Hasil pengukuran = (22,8 ± 0,1) cm

·         Pengurangan
Z = X - Y = 10,20 cm
ΔZ = ΔX + ΔY = 0,1 cm
Hasil pengukuran = (10,2 ± 0,1) cm

·         Perkalian
Z = XY 
ΔZ/Z = ΔX/X ΔY/Y  

Kesalahan Pengukuran
a.       Kesalahan Sistematis : kesalahan yang secara umum berkaitan dengan kesalahan pengaturan alat.
b.      Kesalahan Random : pengukuran yang dilakukan berulang-ulang tetapi diperoleh sedikit perbedaaan.

Ralat Pengukuran
a.       Ralat Sistematis (Systematic Errors) : terjadinya kesalahan tunjuk yang terdapat pada alat ukur atau kurang cermat dalam membaca angka-angka skala pada alat ukur.
b.      Ralat Kebetulan (Accidental Errors) : terjadinya hal-hal yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya ketika pengukuran dilakukan.

Penjumlahan dan Pengurangan Angka Penting (AP)
12,5 + 0,12 = 12,62 cm
Hasil = 12, 6 cm

15,23 – 2,5 = 12,73 cm
Hasil = 12,7 cm

*Hanya boleh memiliki satu angka yang diragukan/ satu taksiran mengikuti tampat satuan yang besar.

Perkalian AP
25,5 × 42 = 1071 = 1100 cm2
25 × 25 = 625 = 620 cm2
4 × 4 = 16 = 20 cm2

*jumlah hasil AP mengikuti AP terkecil dari angka yang dikalikan.

Pembagian AP
625 : 125 = 5,00
125 : 5 = 20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar